You are hereMatalabiogama Fair 2008 (Menyambut Hari Ulang Tahun Matalabiogama ke 34)
Matalabiogama Fair 2008 (Menyambut Hari Ulang Tahun Matalabiogama ke 34)
Suatu 'tradisi' (bisakah dikatakan seperti itu?) anak-anak Matalabiogama dalam menyambut hari ulang tahun. Sebenarnya 'tradisi' ini berkembang melihat kebutuhan organisasi dalam merekrut anggota baru (regenerasi). Dahulu bertajuk Open House Matalabiogama. Saat masa kepengurusan 2004-2006, bertepatan dengan lustrum ke VI, terdapat enam kegiatan yang diadakan dalam waktu 3 bulan.
Wow... Mulai dari pentas musik 'Natural Music' yang mengundang band yang lagi naik daun saat itu, seperti Seventeen dan Bre, Open House (terdiri dari stand-stand penelitian, organisasi, operasional, SRT, Kafe, dan Bazaar yang menjual bermacam-macam pernak-pernik outdoor), BHT (Biology Happy Tracking), BHC (Biology Happy Caving), Reuni Akbar, dan Seminar Nasional Biospeleologi. Tahun 2008 ini, kembali berbagai macam kegiatan diadakan untuk merayakan ulang tahun Matalabiogama ke 34 ini. Sebut saja NaMeS (Nature Meet Science) yang merupakan 'upgrade' dari BHT dan BHC, kemudian Syukuran, dan Open House.
Digelar di kampus Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Matalabiogama Fair mengundang perhatian dari mahasiswa, khususnya mahasiswa Biologi untuk melihat seperti apa Matalabiogama baik dari sisi organisasi, penelitian, dan organisasi. Kerjasama dengan toko outdoor seperti Cartenz, Advance dan Flamingo dilakukan dalam mendukung Bazaar. Foto-foto hasil workshop fotografi yang diadakan tahun lalu juga dipamerkan di Matalabiogama Fair ini.
Acara ini dibuka tanggal 9 September 2008 oleh pihak dekanat Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan berlangsung mulai tanggal 10 - 12 September 2008.Jika anda memiliki kegemaran menikmati suasana desa yang asri, Ngargomulyo dapat dijadikan salah satu referensi tujuan wisata anda. Desa yang terletak di kaki Gunung Merapi memiliki hutan yang rimbun, sawah yang subur, aliran sungai jernih dengan air terjun yang deras serta kehidupan masyarakat petani memberikan suasana pedesaan yang kental.
(sumber: http://www.kanopi-indonesia.org/Matalabiogama%20Fair%202008.html)
Penulis: Ami Raini Putriraya (Yayasan Kanopi Indonesia)