You are hereLatihan Gabungan Water Rescue, Parangtritis-Kali Opak

Latihan Gabungan Water Rescue, Parangtritis-Kali Opak


By adminweb - Posted on 07 May 2010

Rescuer adalah salah satu ujung tombak dalam setiap operasi SAR. Tim rescuer harus siaga, siap operasi setiap saat. Tujuan latihan ini adalah untuk memperkenalkan, memelihara, dan meningkatkan kemampuan atau kompetensi yang telah dimiliki oleh tim rescue di lingkungan air.
Latihan Gabungan Water Rescue diadakan oleh Sekber PPA DIY dengan delegasi Matalabiogama sebagai panitia dan sebagai peserta. Sebagai peserta Matalabiogama mendelegasikan Ika Sinaga (penulis), Ikhya Udin Ghozali, Alan, dan Martina Ramadhani. Latgab ini dilakukan mulai tanggal 6-8 november di pantai parangtritis dan sungai opak. Sebelum melakukan simulasi, panitia SAR terlebih dahulu memberi bekal kepada para peserta dengan materi ruang dan forum. Para peserta diajarkan beberapa teori penting mengenai pengenalan alat, pengenalan medan sampe bagaimana caranya menyelamatkan korban dari air sesuai dengan kondisi yang di hadapi dan teknik penyalamatan seperti penyelamatan di air arus deras, air arus tenang dan ombak.
Selain di gelar materi ini, tim SAR juga memberikan teknik – teknik pencarian korban dengan peyampuan dari atas dan bawah sungai, mengeluarkan korban dari air dengan alat atau tanpa alat, dan mengenal perilaku korban, baik dalam keadaan panik atau diam.
Materi yang disampaikan berkaitan dengan pertolongan di air adalah mengenal potensi bahaya secara obyektif dan subyektif, prioritas dan periode penyelamatan, pertolongan darurat, pendeteksian hidup matinya korban melalui pemeriksaan nadi, dan teknik pertolongan nafas buatan. Selain itu dijelaskan dan ditayangkan pula teknik membawa korban dari air ke darat. Teknik-teknik ini akan dipraktikkan di sungai opak. Sebelum dilanjutkan praktik, dilanjutkan acara tanya jawab seputar pemberian pertolongan di air dari peserta ke pemberi materi, seperti kapan dilakukan pertolongan nafas buatan, bagaimana mengenal nadi masih berdenyut, dan sebagainya.
Setelah itu, para pemateri juga mengajarkan cara menolong korban di air tanpa menggunakan alat atau dengan menggunakan alat bantuan. Bantuan ke korban tanpa menggunakan alat bisa dilakukan dengan teknik pegang lengan bawah, pegang pergelanga tangan, merangkul leher, memegang kuduk, dan membuka mulut korban. Sementara dengan menggunakan alat, bisa memakai benda di sekitar yang bisa mengapung, atau benda-benda yang sudah disiapkan khusus untuk pertolongan di air, misalnya ban, tali, dan sebagainya.
Dan para peserta dilatih cara mengangkat korban ke dalam perahu karet yg benar, cara mendayung yg benar, & cara melempar ring penyelamat yg baik. Setelah itu, dibagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok mempraktekkan semua materi yang diajarkan di sungai, yaitu mulai dari cara mendayung yg baik, lalu backroll dari perahu karet ke dalam sungai untuk menyelamatkan korban, melempar ring penyelamat ke korban, serta menyelamatkan korban dengan tehnik yang benar sesuai standar evakuasi yg ada. Sebagai tim SAR harus memiliki dasar teknik penyelamatan yang spesifik, agar saat melakukan penyelamatan tidak terjadi salah langkah.

Jales Viva Jaya Mahe..
Avignam Jagad Smagram

Tags

Who's online

There are currently 0 users and 2 guests online.