You are hereKARAKTERISTIK HABITAT DAN PAKAN ALAMI KATAK SERASAH (Leptobrachium haseltii Tschudi, 1838) DI KAWASAN KARST KALIGESING, KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH

KARAKTERISTIK HABITAT DAN PAKAN ALAMI KATAK SERASAH (Leptobrachium haseltii Tschudi, 1838) DI KAWASAN KARST KALIGESING, KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH


By adminweb - Posted on 07 May 2010

KARAKTERISTIK HABITAT DAN PAKAN ALAMI KATAK SERASAH (Leptobrachium haseltii Tschudi, 1838) DI KAWASAN KARST KALIGESING, KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH

Oleh: Guring Briegel Mandegani

Intisari

Kawasan karst Kaligesing memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi namun belum banyak data yang tercatat. Karst Kaligesing telah digunakan masyarakat sebagai tempat berkebun sekaligus tempat pemukiman pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat dan pakan alami dari katak serasah Leptobrachium haseltii yang ada di kawasan karst Kaligesing. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Desember 2008 di Desa Tlogo Guo, Kecamatan Kaligesing, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yakni kuadran plot untuk mendapatkan data vegetasi, metode penjumpaan langsung di lapangan (Visual Encounter Surveys) untuk mendapatkan sampel katak serasah dan metode pembedahan lambung untuk mendapatkan data pakan alami katak serasah. Hasil penelitian menunjukkan jenis vegetasi yang umum dijumpai adalah tanaman kopi (Coffea sp./ 65.35%), kaliandra (Calliandra sp./ 75.45%) dan cengkeh (Syzygium aromaticum/ 93.33%). Kondisi suhu udara (rerata: 22,440C), kelembaban udara (rerata: 86,62 %), suhu tanah (rerata: 22,420C), kelembaban tanah (rerata: 82,70%), derajat keasaman tanah (rerata: 6,74) dan ketebalan serasah (rerata: 2,81cm) masih mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan katak serasah. Hasil analisis lambung L. haseltii dari Kaligesing menunjukkan terdapat 3 macam pakan alami yakni Arachnida, Orthoptera dan Hymenoptera (∑=61%). Ordo Hymenoptera memiliki nilai paling tinggi, 44%, dibanding Arachnida dan Orthoptera. Data morfometri menunjukkan perbedaan ukuran panjang tubuh jantan dan betina. Jantan memiliki panjang 4,31 ± 0,27 cm dan betina 6,42 ± 0,64 cm. Kesimpulan penelitian in adalah kondisi lingkungan Kaligesing masih mampu mendukung perkembangan dan pertumbuhan katak L. haseltii dengan 3 macam pakan alami yang dimanfaatkan secara efektif.

Kata kunci : habitat, pakan alami, Leptobrachium haseltii, karst Kaligesing.

Tags

Who's online

There are currently 0 users and 2 guests online.