You are hereBIOAKUMULASI TEMBAGA (Cu) PADA IKAN NILA ( Oreochromis niloticus L.) DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL), SEWON, BANTUL, D I YOGYAKARTA. Skripsi. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
BIOAKUMULASI TEMBAGA (Cu) PADA IKAN NILA ( Oreochromis niloticus L.) DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL), SEWON, BANTUL, D I YOGYAKARTA. Skripsi. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
BIOAKUMULASI TEMBAGA (Cu) PADA IKAN NILA ( Oreochromis niloticus L.) DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL), SEWON, BANTUL, D I YOGYAKARTA. Skripsi. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Oleh: Dian Yuni Pratiwi (2008)
Intisari
Tembaga (Cu) merupakan salah satu logam berat yang toksik. Tembaga dapat menyebabkan Wilson disease yang dapat merusak otak dan hati. Tembaga (Cu) yang berlebihan di dalam perairan dapat mengganggu kehidupan organisme perairan bahkan menyebabkan kematian. Logam berat tersebut juga dapat mengganggu kemampuan membau pada ikan, sehingga menghambat ikan dalam memilih makanan dan menemukan tempat untuk bertelur. Emisi tembaga ke lingkungan dapat berasal dari pembakaran hutan, erosi , debu, perombakan vegetasi, pertambangan, peleburan logam, produksi kayu, produksi pupuk, fungisida dan limbah domestik. Tembaga (Cu) diuga dapat masuk ke dalam air limbah di IPAL dan terakumulasi pada tubuh ikan. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan pemantauan konsentrasi tembaga dalam air limbah IPAL dengan menggunakan bioindikator ikan Nila (Oreochromis niloticus L.). Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui kandungan tembaga (Cu) pada kolam fakultatif dan kolam pematangan di IPAL Sewon, Bantul dan mempelajari kemampuan bioakumulasi tembaga (Cu) pada tubuh ikan Nila (Oreochromis niloticus L.) yang digunakan sebagai hewan uji.
Penelitian ini meliputi serangkaian cara kerja di lapangan dan laboratorium. Di lapangan, organisme uji di letakkan di dua lokasi yaitu kolam fakultatif dan kolam pematangan IPAL, Sewon, Bantul dan disampling setiap minggu selama dua minggu perlakuan. Di laboratorium, sampel otot, hati dan insang ikan Nila didestruksi dengan metode digesti basah. Kandungan tembaga (Cu) ditentukan dengan Atomic Absorbtion Spectrophotometer (AAS), dan dihitung secara statistik menggunakan ANOVA dan uji DMRT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kolam fakultatif dan kolam pmatangan IPAL, Sewon, Bantul mengandung tmbaga (Cu) yang masih dibawah standar baku. Tembaga (Cu) dapat mengalami bioakumulasi pada tubuh ikan Nila (Oreochromis niloticus L.) dengan urutan hati > insang tetapi tembaga tidak mampu mengalami bioakumulasi pada otot ikan Nila (Oreochromis niloticus L.)
Kata kunc i: tembaga (Cu), bioakumulasi, hati, otot, insang, ikan Nila (Oreochromis niloticus L.)