You are hereKOMUNITAS ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH DI GUA ANJANI DAN GUA KISKENDO, KAWASAN KARST MENOREH.Skripsi. Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada. Yogyakarta
KOMUNITAS ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH DI GUA ANJANI DAN GUA KISKENDO, KAWASAN KARST MENOREH.Skripsi. Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada. Yogyakarta
KOMUNITAS ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH DI GUA ANJANI DAN GUA KISKENDO, KAWASAN KARST MENOREH.Skripsi. Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada. Yogyakarta
Oleh: Sidiq Harjanto (2009)
Intisari:
Gua memiliki karakter lingkungan yang berbeda dengan lingkungan lainnya. Lorong gua dapat dibagi mnjadi 3 zona yaitu zona mulut, zona peralihan, dan zona gelap. Zonasi gua merupakan salah satu variasi lingkungan yang kemungkinan berpengaruh terhadap komunitas Arthropoda permukaan tanah. Guano membentuk lingkungan mikro yang berbeda, sehingga memiliki nilai penting bagi komunitas Arthropoda tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memepelajari kemelimpahan komunitas Arthropoda tanah I ketiga zona dan zona guano.
Penelitian dilakukan di Gua Anjani dan Gua Kiskeno, Kawasan Karst Menoreh. Pengambilan data dilakukan sebanyak 4 kali yaitu pada tanggal 16-19 Oktober 2008, 6-9 November 2008, 6-9 Desember 2008 dan 2-5 Januari 2009. Identifikasi Arthropoda dilakukan hingga bulan Maret 2009. Pencuplikan Arthropoda permukaan tanah dilakukan dengan menggunakan metode perangkap sumuran (pitfalltrap), berupa gelas dengan diameter 3 cm dan tinggi 5 cm, yang diisi alkohol 96% dan gliserin sampai sepertiga tinggi gelas. Sebanyak 5 (lima ) perangkap ditanam di 4 (empat) stasiun pada masing-masing gua, pada zona mulut, peralihan, gelap, dan guano. Faktor lingkungan yang diukur meliputi temperatur tanah, temperatur udara, kelembapan tanah, kelembapan udara, serta pH tanah. Untuk mengetahui kemiripan komunitas Arthropoda permukaan tanah tiap zona dihitung indeks similaritas (IS) Sorenson. Parameter fisik lingkungan dianalisis dengan analisis variansi (ANAVA) dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada aras 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi dan kemelimpahan Arthropoda permukaan tanah pada kedua gua yang diteliti berbeda. Keragaman takson Arthropoda permukaan tanah tertinggi di zona mulut Gua Anjani, sedangkan kemelimpahan terbesar ditemukan di zona guano Gua Anjani. Zona guano menunjukkan similaritas yang relative rendah dengan zona-zona yang lainnya.
Kata kunci : komunitas, Arthropoda permukaan tanah, zonasi gua, guano, Gua Anjani dan Gua Kiskendo, Kawasan Karst Menoreh