You are hereGLADIAN NASIONAL XIII PENCINTA ALAM SE-INDONESIA (Sebuah Laporan Perjalanan)

GLADIAN NASIONAL XIII PENCINTA ALAM SE-INDONESIA (Sebuah Laporan Perjalanan)


By adminweb - Posted on 27 November 2009

Gladian Nasional Pencinta Alam 13 dilaksanakan di NTB pada tanggal 7-16 Agustus 2009 sebagai jawaban atas kerinduan segenap pencinta alam se-indonesia setelah gladian nasional XII, dilaksanakan di Jawa Timur pada tanggal 28 Mei – 5 Juni 2001. Kegiatan ini mengangkat tema “Satu Hati, Satu Cinta, Satu Rasa, Satu Dalam Kebesaran Alam”.Secara garis besar kegiatan ini berisi kegiatan per-divisi dan forum nasional. Divisi yang diselenggarakan meliputi divisi gunung hutan , SAR, KSDA, caving , rock clmbing , dan manajemen ekspedisi. Adapun agenda forum nasional yaitu pembahasan kode etik, pembentukan komite gladian nasional dan pemilhan tuan rumah selanjutnya.
Sekber PPA DIY mengadakan beberapa kali forum ketua pencinta alam DIY dan pertemuan calon peserta gladian nasional 13. Forum ketua membahas aspirasi seluruh pencinta alam DIY untuk forum nasional dan calon peserta gladian 13 berkoordinasi mengenai transportasi , peralatan , pendaftaran dan lain – lain. Pencinta Alam menunjukkan hasil koordinasi dengan kekompakan mengikuti Gladian nasional 13 pada kegiatan lapangan maupun forum nasional.
Perwakilan dari DIY terdiri dari 32 orang yang berasal dari 17 mapala termasuk Matalabiogama yang berhasil mendelegasikan salah satu anggotanya untuk mengikuti Gladian Nasional Pencinta Alam 13. Pantiati / panci anggota muda Matalabiogama memilih divisi Konservasi Suber Daya Alam dengan harapan dapat menimba ilmu untuk melestarikan alam dengan lebih baik.
Peserta gladian nasional XIII dari DIY berkumpul di secretariat Mapalista sejak tanggal 3 Agustus 2009 malam untuk berkoordinasi dan mempersiapkan seluruh peserta untuk berangkat menggunakan kereta api. Pukul 06.30, 4 Agustus 2009 peserta melakukan long-march dari Mapalista menuju stasiun Lempuyangan. Perjalanan Yogyakarta - Banyuwangi ditempuh dengan kereta api “Sri Tanjung” kurang lebih selama 16 jam. Peserta gladian dari jambi, Palembang dan bogor bergabung dengan rombongan di Surabaya dalam kereta api. Rombongan berjalan kaki dari stasiun terakhir menuju pelabuhan ketapang untuk menyeberang ke Gilimanuk,Bali. 5 Agustus, pukul 02.00 rombongan sampai di Gilimanuk dan melanjutkan perjalanan menuju Padang Bay menggunakan bus. Setelah beristirahat sejenak, rombongan menyeberang ke pelabuhan Lembar,Lombok pada pukul 07.30 sampai dengan pukul 12.00. Perjalanan menuju universitas Mataram dilanjutkan dengan mencarter minibus dan sampai dengan selamat pukul 13.00.
Rangkaian acara baru dimulai tanggal 6 Agustus 2009 sehingga rombongan dari jogja sempat beristirahat , bahkan sempat berjalan – jalan ke pantai senggigi dari 5 Agustus 2009 malam hingga 6 Agustus 2009 siang. Technical meeting atau lebih tepatnya pembacaan garis besar acara gladian nasional XIII dimulai pukul 16.00 dianjutkan dengan Yasinan dan ramah tamah semua peserta di Arena Budaya Universitas Mataram. 7 Agustus 2009 dilakukan upacara pembukaan dan seminar umum mengenai isu lingkungan dari WWF dan pada sore harinya divisi KSDA , Caving , dan Gunung Hutan diberangkatkan menuju lokasi kegiatan masing – masing. Kegiatan per-divisi berlangsung sampai tanggal 13 Agustus 2009. Divisi gunung hutan berlokasi di Dempu( gunung Tambora ), SAR di Lombok Timur (lereng gunung Rinjani), KSDA di Lombok Tengah, caving di Sumbawa Barat , rock climbing di Lombok Barat, dan manajemen ekspedisi di kota Mataram.

3.jpg
Peserta divisi KSDA mencapai lokasi pertama kegiatan pertama yaitu Wanariset Rarung pukul 18.30. pematerian yang dilakukan di lokasi ini yaitu Jenis – jenis Tanaman Unggulan Lokal NTB yang disampaikan oleh Samsudin,S.Hut,M.Si dari dinas kehutanan setempat dan Advokasi Lingkungan oleh Syafrudin Syafii dari WWF

7.jpg
Lokasi kedua divisi KSDA yaitu hutan Benang Stokel, setelah perjalanan selama kurang lebih 2 jam peserta mencapai lokasi pukul 20.03 WITA. Lokasi camping berada di sebuah lembah dekat air terjun dan sungai kecil yang sangat jernih, air terjun tersebut diapit oleh 2 pohon besar yang digunakan oleh sekelompok elang untuk bersarang

Senin , 10 Agustus 2009 pematerian beserta praktek analisis vegetasi dan pengukuran volume pohon berdiri disampaikan oleh 2 orang personel Balai Penelitian Kehutanan Mataram mulai pukul 08.00 sampai pukul 11.00 WITA.

Lokasi ketiga yaitu Taman Wisata Alam Gunung Tunak, wilayah perbukitan di pesisir pantai yang cukup terisolir dan minim air bersih. Perbukitan gunung tunak bersubstrat tanah liat menyebabkan air dapat tergenang di musim hujan namun pada musim kemarau tidak ada air yang tersisa. Peserta menginap di sebuah pondok milik BKSDA yang terletak dipinggir pantai di kaki bukit Gunung Tunak.

Keletihan terbayar saat peserta sampai di sebuah pantai indah tak berpenghuni yang diperkirakan sebagai lokasi penyu bertelur. Personel BKSDA tetap setia memberikan berbagai informasi bagi peserta sambil melakukan pengamatan burung di sekitar pantai.
4.jpg

Kamis, 13 Agustus 2009 peserta divisi KSDA menikmati suasana pantai Malimbu sambil menunggu jemputan pulang ke Universitas mataram.
Kurang lebih pukul 13.00 peserta melakukan packing barang – barang kemudian melakukan perjalanan menuju universitas Mataram. Setelah sampai di arena budaya UnRam peserta memiliki waktu bebas untuk beristirahat atau sekedar jalan – jalan sampai siang hari jum’at 14 Agustus 2009

6.jpg
Evaluasi kegiatan divisi SAR , KSDA, Caving, Rock Climbing, Manajemen Ekspedisi dilakukan pukul 14.00-17.00 WITA hari Jumat 14 Agustus 2009 , sedangkan untuk divisi gunun hutan dilakukan 15 Agustus 2009 dan dilanjutkan dengan forum nasional.
Setiap organisasi pencinta alam berhak mendelegasikan 1 anggotanya sebagai juru bicara dalam forum nasional ini. Hasil forum nasional yaitu penyamaan kode etik pencinta alam berdasarkan Koran mitiara, edisi 12 juni 1982. Komite nasional yang mempunyai fungsi komunikasi , koordinasi , dan informasi berhasil terbentuk dengan anggota utusan dari setap propinsi yang hadir beserta penitia pelaksana gladian berikutnya. Komite ini bertugas untuk memastikan terlaksananya gladian berikutnya, mengontrol kualitas gladian dan mengalihkan tanggung jawab kepada tuan rumah cadangan jika dianggap perlu.agenda forum nasional yang terakhir yaitu pemilihan tuan rumah dengan hasil polling 1 suara untuk Sumatra selatan , 1 suara untuk DIY , 3 suara untuk Jambi , 3 suara untuk sumatera utara dan 15 suara untuk simatera barat. Dengan demikian, gladian nasional XIV akan dilaksanakan di Sumatera Barat.

Setelah penutupan peserta Gladian memanfaatkan kesempatan untuk melakukan pendakian Gunung di NTB atau sekedar berjalan – jalan mencari oleh – oleh sebelum pulang ke daerah masing – masing. Pantiati memilih bergabung dengan rombongan menuju Gili Trawangan. Selasa 18 Agutus 2009 , pukul 11.00 meninggalkan Gilitrawangan dan melanjutkan perjalanan menuju Lembar bersama 5 peserta dari DIY. Rombongan terpecah menjadi 2, sebagian melanjutkan perjalanan menuju DIY dan yang lainnya memilih untuk berjalan jalan sejenak di Bali. Peserta dari Matalabiogama dan Vetpagama berjalan - jalan dipantai Kuta dan GWK, dan jogger. Rombongan ini pulang menuju DIY 18 Agustus 2009 malam menggunakan bus Denpasar – Surabaya dilanjutkan dengan bus Surabaya – Jogja. Rombongan smpai di Janti pukul 15.00 WIB hari Kamis 20 AGUSTUS 2009.

5.jpg 8.jpg

Panci (MTL/AM)

Tags

Who's online

There are currently 0 users and 2 guests online.