You are hereEKSPEDISI MATALA

EKSPEDISI MATALA


By adminweb - Posted on 13 October 2009

DIENG PLATEAU EXPEDITION MATALABIOGAMA 2009

Suatu bentuk gerakan bagi mahasiswa adalah bagaimana aplikasi di lapangan, atas ilmu yang diperoleh dan memadukannya dengan skill yang mendukung selama berkarya.Sebuah langkah yang selama ini menjadi nafas Matalabiogama merupakan kata penelitian,untuk itulah dalam mengisi liburan semester genap tahun 2009 diadakan penelitian dengan mengambil Dieng sebagai obyek yang dikaji.
Program penelitian ini merupakan terobosan yang dicetuskan oleh pengurus Matalabiogama dalam program divisi keilmuan yang bertujuan lebih memantapkan kemampuan anggotanya dalam mengaplikasikan ilmu biologi di alam. Tam peneliti terdri dari 10 anggota muda dan 7 pengurus selaku pemandu dan penanggung jawab kajian. Selain itu maksud untuk mengenal keanekaragaman di Dieng sesuai dengan lingkup beberapa kajian yang memang telah ditentukan, adapun kajian yang diambil di kesempatan ini adalah, Herpetofauna, Mamalia, Vegetasi dan Insecta. Ekspedisi dilakukan selama 2 minggu, tepatnya tanggal 26 Juli – 10 Agustus 2009
Cakupan wilayah yang di kaji adalah Kecamatan Petungkriyono dan Linggoasri yang berada di kabupaten Pekalongan. Hutan Petungkriyono yang menjadi obyek kali ini merupakan hutan yang masih alami. Hutan di Linggoasri memiliki kemiripan dengan hutan yang ada di kawasan kaliurang, Yogyakarta. Karena perbedaan kemelimpahan dan kondisi medan yang ada, maka obyek penelitian pada kedua lokasi tidak sama. Pada lokasi Petungkriyono terdapat 4 objek kajian antara lain: Herpetofauna, Mamalia, Vegetasi dan Insecta, sementara di Linggoasri obyek yan dikaji hanya Insecta dan Herpetofauna saja. Sampling herpetofauna dilakukan baik malam maupun siang dengan mengambil beberapa spot yang telah ditentukan pada waktu survey. Sama halnya dengan sampling herpertofauna, waktu sampling Insecta pada siang dan malam hari. Pada siang hari sampling dilakukan di persawahan dan daerah aliran air, sedangkan sampling malam hari dilakukan dengan menggunakan trap. Sampling mammal dilakukan dengan metode jelajah. Sampling vegetasi dilakukan dengan metode transek. Penempatan plot dan analisis vegetasi pun menjadi rumit karena bentuk medan yang sulit dan terkadang hanya berupa punggungan selebar 5-7 meter saja.
Hasil pengamatan diketahui perilaku spesies semacam Hylobatus moloch dan lutung yang ada di wilayah ini ternyata cukup beragam dan tidak selalu berada di titik yang diperkirakan. Dari hasil sampling insect diperoleh bahwa jenis yang melimpah antara lain Nymphalidae, Odonata Herpetofauna yang ditemukan adalah ordo
Akhir dari rangkaian DPE Matalabiogama 2009 ini adalah sarasehan.Adapun pihak yang terlibat antara lain wakil Bupati Pekalongan,pihak dinas Pengembangan taman kupu-kupu,perwakilan Linggoasri,dan Kadus Sokokembang,dan dari beberapa instansi terkait seperti Perhutani.Selain itu,jalannya penelitian berlangsung lancar karena dukungan masyarakat yang luar biasa dan baik moral maupun bentuk bantuan langsung.Kegiatan 2 minggu inipun ditutup dengan perpisahan.

Who's online

There are currently 0 users and 2 guests online.